45 Tahun yang lalu.... eeeeh salah 45 Hari yang lalu, salah salah kenapa Gua malah ngelawak -,-.. Yap, Pemirsa seujung berung, 45 hari yang lalu, 45 hari yang lalu, 45 hari yang lalu... Terus aja terusss :'). Oke-oke syerius.. Ya, 45 hari yang lalu, atau In English Language we can say "Forty Five Days Ago", Gua mengalami hari yang buruk banget bagi Gua, tepatnya gini ceritanya..
Kita hitung jamnya dari 00.00 WIB, gua masih bangun tuh, belom tidur, gatau insom gatau lupa tidur -,- pokoknya Gua belum tidur deh, gitu aja kok repot :| jam-jam segitu, Gua ngelakuin hal-hal yang gak penting seperti main HP gak jelas, gonta-ganti posisi di tempat tidur, pokoknya itu gak jelas bagi Gua.. Nah, setelah hal itu Gua lakuin, tanpa sadar Gua tertidur.. *jam 6 pagi ada suara telfon* entah kenapa Gua terbangun akan panggilan tersebut, biasanya kalo Gua tidur jam dini hari, Gua bisa bangun sekitar jam 10 bahkan sampai jam 2 siang.. Gua angkat tuh telfonnya, ternyata yang menelepon itu IQRA! dia itu sahabat SMP, SMA, bahkan sampai sekarang! dan, dia ngasih tau Gua kalo.... Ibram ( Alm ) kecelakaan dan meninggal :(. Iman Ibrahim Talib, dia salah satu sahabat Gua, mahasiswa PNJ.. Doi itu kalo menurut Gua, orangnya baik. Baik banget kalo boleh gua bilang. Dia orangnya puitis, sajak-sajaknya begitu menyentuh hati.. Menurut Gua, otak dia itu udah kaya orang-orang sarjana. Dia, dulu jaman Gua memasuki SMA sekitar kelas 1 sampai kelas 2, pulang-pergi ke Sekolah selalu sama Gua, kalo mau pergi nongkrong juga dia biasanya bareng Gua.. Sempet sih dulu Gua punya konflik sama dia tapi, konflik itu cepet selesai dan ngebuat kita menjalin persahabatan yang lebih baik. Ya kalo boleh dibilang makin akrab deh.. Gua sama doi sama-sama ngefans dengan tokoh Indonesia yang bernama "MUNIR SAID BIN TALIB". Dia sebenernya yang menginspirasi Gua buat pengetahuan lebih lanjut tentang Munir. Dia pernah ngasih tau Gua satu kata mutiara yang bener-bener bermakna buat Gua dibuku "MUNIR" yang mengatakan "Jika saya dihadapkan dengan dua pilihan jalan, maka saya akan memilih jalan yang bercabang" Kalian tau makna dari kata tersebut? kalo menurut Gua sih, kata itu mempunyai makna "Lebih baik hidup melewati berbagai masalah, karena itu dapat membuat seseorang lebih menghargai arti hidup dan memanfaatkan sebaik-baiknya".
Setelah Gua diberitahu Iqra tentang musibah itu.. Jujur, Gua gak percaya, Gua gak nyangka, Gua sama sekali gak menduga, sahabat Gua telah pergi ke pangkuan yang Maha Kuasa. Gua mencari kebenaran kabar tersebut, otomatis Gua langsung bergegas kerumah Ibram sesuai anjuran Iqra, dan kebetulan saat Gua mau berangkat Gua disamper Firman, sahabat Gua juga, lantas kita pergi bersama kerumah almarhum. Sesampainya disana.. Yang Gua liat, rumah Ibram udah didatengi para tetangga, temen-temen Gua belom terlihat ada yang sudah datang. Gua langsung masuk kerumahnya, dan rumahnya sedang disiapkan untuk layatan orang-orang. Jleb banget Gua liat pemandangan tersebut, ditambah pemandangan Fikar, adik Ibram menangis.. Melihat itu, air mata Gua semakin turun, jujur Gua syok dan masih merasa gak percaya akan kejadian hari itu. Teman-teman pun mulai berdatangan, kerabat-kerabat juga, dan orang-orang yang mengenal Ibram. Pas mobil jenazah datang, *deg deg*.. Cuma rasa takut yang Gua rasain, takut akan kehilangan. Jujur Gua sangat-sangat gak percaya dengan apa yang Gua liat. Benar, tubuh yang terbujur kaku itu memang benar-benar Ibram. Sontak Gua dan orang-orang yang ada disitu menangis, sedih. Almarhum dimandikan, dan Gua dengar dari perkataan temen Gua, dia bilang kalau Ibram tidur dengan senyum. Kabar itu membuat Gua merasa sedikit terhibur akan rasa berduka Gua. Ibram dishalatkan setelah waktu shalat zuhur pada saat itu.. Gua melaksanakan shalat zuhur. disertai shalat jenazah setelah itu. Ada hal yang membuat Gua terpana, sekaligus bahagia. Masjid tempat dimana Alm Ibram akan dishalatkan, PENUH! Gua berpikir, banyak banget orang-orang yang mendoakan dia, berpartisipasi akan penghormatan terakhir dia, sungguh mengharukan buat Gua pribadi. Setelah itu, kami semua langsung berangkat menuju tempat peristirahatan terakhir Almarhum, tepatnya di TPU Pondok Ranggon. Ibram dikubur, dikembalikan kepada penciptanya, Allah SWT. Gua, dan seluruh orang yang hadir, memanjatkan doa untuk Ibram. Agar dia dijauhi dengan siksa kubur, siksa api neraka. Gua dan seluruh orang-orang yang menyayangi Ibram, mendoakan agar Ibram bahagia disana, diterima amal ibadahnya, dan diterima disisi-Nya. Bram.. Gua dan seluruh orang-orang yang menyayangi lo, akan selalu mendoakan lo. Terima Kasih atas pengalaman, Inspirasi, dan Arti hidup yang lo ajarin ke Gua. I'll Miss You, I Love You Always!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar