Mempunyai seorang Ibu yang Tuna Rungu. Ya, itulah kenyataan yang ada di hidup gua. Dengan keterbatasannya, Ia merawat anaknya yang super bandel ini.. sampai saat ini.. tanpa mengeluh! coba deh pikir, apa yang lo rasain kalau lo gak bisa mendengar? rasain kalau lo gak bisa dengerin percakapan orang-orang, rasain kalau lo gak bisa mendengar indahnya suara musik, rasain kalau lo gak bisa mendengar obrolan asik para orang-orang terdekat lo, rasain.. Coba rasain kalau lo lagi asik tertawa menonton acara televisi disebelah Ibu lo yang gak bisa mendengar, pernahkah terbesit pikiran betapa besar kesabaran orang itu, Ibu gua.
Sebenernya dari dulu, gua pengen banget belajar cara bermain alat musik, gua pengen bisa main gitar, drum, bass, dan alat musik yang lainnya. Tapi gua sadar, kalo misalkan gua berkarya dengan musik, otomatis ibu gua pasti sangat bangga akan kreatifitas gua, tapi.. Apakah Ibu gua bisa mendengar karya gua? maka dari itu gua lebih suka menulis, karena kalau sekedar membaca Ibu gua pasti bisa. Tapi gua tetap senang musik, hanya saja gua lebih memilih jadi pendengar musik.
Tapi dibalik itu semua, gua gak pernah denger kata-kata "kenapa mama gabisa mendengar ya?" dari nyokap gua. Bandingin dengan gua, apa-apa ngeluh "kenapa gua gak ganteng?" "kenapa gua gak kaya si itu?" "kenapa gua gak begini-begitu?". Selalu mengeluh kerjaan gua.. Pernah, gua merasa iri dengan orang lain yang punya Ibu normal, bisa mendengar. Tapi Ibu gua bilang "semuanya dijalani dengan rasa syukur nak" GILEE! Ibu gua aja gak minder. Bahkan, Ibu gua masih bisa berkarya dengan keadaan seperti itu. Ibu gua penjahit, yang alhamdulillah sampai sekarang jahitan Ibu gua sangat laris!
Dari situ gua sadar, gua gabisa males-malesan aja kerjaannya. Tega banget gua kalo gua masih sia-siain hasil kerja keras Ibu gua.. Mulai sekarang, gua harus bisa jadi orang yang lebih baik, yang lebih bisa menghargai uang. Ibu gua aja bisa! kenapa gua enggak?
See ya!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar